Ribuan Tenaga Kerja Asing Serbu Kediri Indonesia

Berita Kediri

Ribuan Tenaga Kerja Asing Serbu Kediri Indonesia. Prediksi serbuan tenaga kerja asing menjelang penerapan pasar bebas Asia terbukti. Hingga saat ini sudah ada sedikitnya 70 ribu tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia. Namun Menteri Tenaga Kerja Indonesia Mohamad Hanif Dhakiri mengaku  tidak risau Berita Kediri terhadap serbuan tenaga kerja asing itu. Pasalnya, Berita Kediri kementerian yang dipimpinnya sudah menyiapkan strategi khusus tentang hal itu. Diketahui sebanyak 70 ribu tenaga kerja asing itu berasal dari berbagai negara.  Terbesar berasal dari Cina sebanyak 16 ribu orang.

Menurut Hanif, jumlah tenaga kerja asing itu  tidak berbanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah Berita Kediri 240 juta. Apalagi ada aturan tenaga asing tersebut harus memiliki kualifikasi pekerja khusus dan harus memiliki dokumen resmi ketenagakerjaan. Dengan kata lain tidak sebagai turis. “Memang kita melihatnya dari sisi pembanding tenaga kerja asing tersebut dengan jumlah penduduk di Indonesia. Mereka Berita Kediri harus melengkapi persyaratan ketat yang kita lakukan. Mereka juga harus membayar persyaratan lengkap dengan data yang lebih lengkap,” jelasnya. Pihaknya memiliki skema pengendalian terhadap tenaga asing yang kerja di Indonesia. Kemenakertrans juga memiliki kebijakan tersendiri diantaranya soal izin waktu tinggal. Jabatan juga diperhatikan utamanya dalam posisi profesional seperti spesialis, direksi, dan komisaris.

Jika izin waktu tinggal dilanggar ataupun memperkerjakan tenaga asing (IMTA) berlainan dengan kerja  keahlian pasti pihaknya akan bertindak tegas. “Kita memiliki teknik pengendali tenaga kerja asing dan Berita Kediri memperketat aturan yang sesuai dengan kondisi Indonesia.Karenanya mereka harus membayar sejumlah administrasi dan jika mereka merekrut satu tenaga asing harus ada sepuluh tenaga kerja lokal,” imbuhnya. Dengan penataan dan penempatan tenaga asing yang sesuai dengan keahlian ini tentunya juga Berita Kediri perlu pengawasan secara ketat.Dimaksudkan agar tenaga kerja asing ini tidak lagi bertindak seenaknya di Indonesia. Sementara itu, Berita Kediri adanya kabar bahwa orang tua dimintai pungutan oleh pihak sekolah tentang seragam langsung dibantah oleh Siswanto. Ia mengatakan, tidak ada kewajiban bagi orang tua untuk membeli seragam ke sekolah. “Tidak ada kewajiban (membeli seragam di sekolah,red) itu. Orang tua bebas memilih,” imbuhnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *